Masih Tentang Microsoft Yang Mengakuisisi LinkedIn

DigitalSquad – Minggu lalu dunia dikejutkan dengan berita Microsoft membeli LinkedIn, media sosial yang digunakan para profesional untuk membangun jaringan atau networking, dengan nilai yang fantastis. 26,5 miliar dollar dana yang dikeluarkan oleh Microsoft untuk membeli LinkedIn. Sebagian besar orang yang bekerja di bidang teknologi mengatakan bahwa keputusan besar ini adalah sebuah langkah tepat bagi Microsoft. Tidak aneh mengingat fokus utama Microsoft dan LinkedIn memiliki kesamaan yaitu profesional dan perusahaan.

Di balik euforia yang menyambut kabar ini, beberapa ahli bidang teknologi ternyata tidak terlalu bersemangat dengan kabar pembelian ini. Mereka mengemukakan beberapa alasan yang jika diteliti lebih jauh terdengar masuk akal. Ini beberapa alasan yang mereka kemukakan:

Masih ingat dengan Nokia? Ketika Microsoft membeli Nokia, itu dikatakan sebagai salah satu sinergi terbesar dari dua perusahaan raksasa teknologi. Tapi apa yang terjadi? Walau Microsoft sudah mengeluarkan banyak uang, tidak ada satu pun handphone baru dari Nokia yang menguasai pasar. Bahkan sekarang ini tidak banyak yang mengingat tentang Nokia.

Strategi pemasaran yang dimiliki oleh Microsoft. Dibandingkan dengan pesaingnya, Microsoft sangat jarang memiliki strategi marketing brilian. Windows memang masih menguasai pasar tapi itu bukan karena strategi pasar yang mereka miliki tapi karena pengguna sudah familiar dan memiliki opsi yang terbatas. Beberapa tahun belakangan Microsoft memang sudah berubah menjadi lebih baik dengan lebih banyak menghadirkan wajah-wajah baru. Tapi itu saja tidak cukup untuk membuat LinkedIn menjadi lebih baik dari yang sudah ada sebelum ini.

Situasi terakhir LinkedIn. Awal tahun ini LinkedIn kehilangan 11 miliar dollar hanya dalam sehari. Mungkin saja andil Microsoft akan membuat situasi ini berubah dan semua akan berjalan dengan lanacr. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau aka nada yang berpikir jika ini merupakan waktu yang tepat untuk membuat media sosial sejenis LinkedIn dengan fitur atau pengalaman yang lebih baik kemudian netizen akan lebih tertarik untuk mencoba atau menggunakan media sosial yang baru. Lagipula, hanya sekitar 25% pengguna LinkedIn yang benar-benar menggunakan dan memeriksa akun mereka secara berkala.

Microsoft masih tidak yakin dengan apa yang ingin mereka lakukan dengan LinkedIn. Satya Nadella mengatakan: “In essence, we can reinvent ways to make professionals more productive while at the same time reinventing selling, marketing and talent management business processes. I can’t wait to see what our teams dream up when we can begin working together once the deal closes, which expect will happen this calendar year.  Terdengar cukup menjanjikan tapi sebagian ahli bidang teknologi mengartikan ini sebagai bentuk ketidakyakinan.

Leave a comment